arrow_back

Kerinduan & Cinta

Menampilkan 6 perumpamaan Karo.

Padi

"Matawari si pukul siwah, Deleng Sinabun mbue kertahna, Sada wari kéna la kuidah, Timbang setahun kuakap dekahna."

Arti Literal

Matahari pukul sembilan. Gunung Sinabun banyak belerangnya. Satu hari kamu tak kulihat, rasa setahun kurasa lamanya.

Makna Filosofis

Menggambarkan perasaan rindu yang sangat mendalam kepada seseorang, di mana waktu terasa berjalan sangat lambat saat berjauhan.

Lau i babo bulung lale

"Ciké lambang bungana, Lada jera gula batuna, Ise pe la lit gunana, Sada kéna numbur satuna."

Arti Literal

Mensiang hampa bunganya, Lada jera gula batunya. Siapapun tak ada gunanya, kamu seorang nomor satunya.

Makna Filosofis

Penegasan kesetiaan bahwa tidak ada orang lain yang bisa menggantikan posisi kekasih hati.

Biang i rante

"Bereng-bereng kudibah, Lada jera tangké lenga, Nterem jelma kudédah, Sada kéna até ngena."

Arti Literal

Kumbang berdengung-dengung, lada jera tangkai lenga. Banyak orang kulihat, kamu seorang aku cinta.

Makna Filosofis

Keteguhan hati untuk memilih satu orang di antara sekian banyak pilihan yang ada.

Lau i babo bulung lale

"Gundera jera tangke lengana, Rirang ras jera layo i mangkuk, Kutera déba até ngenana, Sirang ras kéna aku la ngasup."

Arti Literal

Bawang jera tangkai lenganya, pelepah dan jera air di mangkuk. Betapa lagi hati cintanya, bercerai dengan kamu aku tak betah.

Makna Filosofis

Kepasrahan dan ketergantungan emosional yang tinggi terhadap pasangan.

Biang i rante

"Kuliki si mangki-angki, Bangku nahéna bandu pahana, Kunipi anakta dilaki, Aku nandena kam bapana."

Arti Literal

Burung elang berbunyi-bunyi, buatku kakinya buatmu pahanya. Kumimpi anak kita lelaki, aku ibunya kamu bapanya.

Makna Filosofis

Harapan besar untuk membina rumah tangga yang harmonis dan memiliki keturunan bersama.

Biang i rante

"Pit nina pincala, Cinep ndukur deher tapin, Pet kena tawa, Ertutur kita madin."

Arti Literal

Cit bunyi murai, hinggap tekukur dekat pancuran. Suka kamu ketawa, bertutur kita hendaknya.

Makna Filosofis

Pentingnya menjalin komunikasi dan perkenalan yang baik (ertutur) sebagai awal hubungan.