Menampilkan 6 perumpamaan Karo.
"Bagi lau i babo bulung lale"
Arti Literal
Seperti air di atas daun keladi
Makna Filosofis
Menggambarkan seseorang yang tidak memiliki pendirian tetap atau selalu merasa gelisah.
"Bagi padi, makin berisi makin merunduk"
Arti Literal
Seperti padi, semakin berisi semakin menunduk
Makna Filosofis
Nasihat agar manusia tetap rendah hati meskipun telah memiliki ilmu atau kekayaan yang banyak.
"Ula ibelas baja ersudu, Baja ersudu taman kurakit, Ula ibelas kata la tuhu, Kata la tuhu tama penyakit."
Arti Literal
Jangan dikata baja bertempurung, baja bertempurung bawaan kerakit. Jangan dikeluarkan kata tak benar, kata tak benar membawa penyakit.
Makna Filosofis
Nasihat untuk selalu menjaga kejujuran karena kebohongan hanya akan mendatangkan musibah.
"Rimo mungkur pitu mata, I babo kuta pitu kuta, Kutandai kam pitu mata, Sada pe la bagi rupa."
Arti Literal
Jeruk purut tujuh mata, di atas kampung tujuh kampung. Kukenal kamu tujuh orang, satu pun tak sama rupanya.
Makna Filosofis
Keyakinan bahwa setiap individu memiliki karakter yang unik dan tidak ada yang benar-benar sama.
"Senuan-nuan lada jera, Lada jera tading i ruma, Nuan-nuan até mesera, Até mesera tading i ruma."
Arti Literal
Tanam-tanaman lada jera, lada jera tinggal di rumah. Tanam-tanaman hati yang susah, hati yang susah tinggal di rumah.
Makna Filosofis
Nasihat untuk pandai mengelola kesedihan agar tidak terus-menerus membebani diri sendiri.
"Rimo mungkur pitu mata, Mbiar aku pitu kuta, Kutandai kam pitu mata, Sada pe la bagi rupa."
Arti Literal
Jeruk purut tujuh mata, takut aku tujuh kampung. Kukenal kamu tujuh orang, satu pun tak sama rupanya.
Makna Filosofis
Rasa hati-hati dalam menilai orang lain karena penampilan seringkali berbeda dengan sifat asli.