Menampilkan 10 perumpamaan Karo.
"Adi erbulung pagi rirang, Pangen page asa buluh, Adi surung pagi sirang, Pangen mate asa nggeluh."
Arti Literal
Kalau berdaun kelak pelepah, lebih baik padi daripada buluh. Kalau jadi kelak kita berpisah, lebih baik mati daripada hidup.
Makna Filosofis
Ekspresi keputusasaan akibat perpisahan yang dianggap lebih buruk daripada kematian.
"Kutahan marbar buluh, Ngérap-ngérap jabi-jabi, Kutahan ngambur iluh, Ngayak-ngayak até jadi."
Arti Literal
Kutahankan mengikis bambu, memencar-mencar jawi-jawi. Kutahankan berurai airmata, mengejar-ngejar kekasih hati.
Makna Filosofis
Ketabahan dalam menghadapi penderitaan demi memperjuangkan orang yang dicintai.
"Udan si rintik-rintik, Percéda-céda page, Rekuan sitik-sitik, Pecéda-céda ate."
Arti Literal
Hujan rintik-rintik, merusak-rusak padi. Berbicara sedikit-sedikit, merusak-rusak hati.
Makna Filosofis
Peringatan bahwa perkataan yang tidak dijaga dapat perlahan-lahan menghancurkan perasaan orang lain.
"Ikan kuli mbue sigarna, Ikan pating mbue durina, Katandu mehuli lit nge sibarna, Di aku tading keri suina."
Arti Literal
Ikan kuli banyak tulangnya, ikan pari banyak durinya. Perkataanmu yang baik ada batasnya, kalau aku tertinggal sangat sedihnya.
Makna Filosofis
Kekecewaan karena janji manis yang ternyata memiliki batas dan berujung pada pengkhianatan.
"Ndabuh tualah pirang, Dabuhina layam jawangku, Adi surung kita sirang, Kuja dengang kuban bangku."
Arti Literal
Jatuh kelapa tua, dijatuhinya sanggul jawaku. Kalau jadi kita bercerai, ke mana lagi kubuat tempatku.
Makna Filosofis
Kebingungan dan hilangnya arah tujuan hidup setelah kehilangan pasangan.
"Riang-riang gumpari, Riang meruah-ruah, Sirang kita gundari, Sirang mejuah-juah."
Arti Literal
Riang-riang membelit, riang tercabut-cabut. Berpisah kita sekarang, berpisah dengan selamat.
Makna Filosofis
Doa agar meskipun harus berpisah, kedua belah pihak tetap mendapatkan keselamatan dan kebaikan.
"Galuh si gumbit-gumbit, Ndabuh ia i datas karang, Atéku kena si mbit-mbit, Gundari kita sirang."
Arti Literal
Pisang yang kecil-kecil, jatuh ia di atas kandang. Hatiku kepadamu sangat rindu, sekarang kita berpisah.
Makna Filosofis
Kontradiksi antara rasa rindu yang masih ada dengan kenyataan pahit sebuah perpisahan.
"Ingan perik i babo puncit, Rimo mungkur i babo tualah, Ngénca kita sirang nggo mecit, Daging kurus ban perukurah."
Arti Literal
Tempat burung di atas puncak, jeruk purut di atas kelapa. Semenjak kita pisah sudah sakit, badan kurus karena pikiran.
Makna Filosofis
Penyakit fisik yang muncul akibat beban pikiran dan kesedihan setelah berpisah.
"Naktak udan i tana mbelang, Mbungkar rudang simanték kuta, Mejuah-juah kita si sirang, Mejuah-juah simanték kuta."
Arti Literal
Jatuh hujan di tanah yang luas, mekar bunga pendiri kampung. Selamatlah kita yang berpisah, selamatlah pendiri kampung.
Makna Filosofis
Sikap lapang dada dalam melepas kepergian seseorang demi kebaikan bersama.
"Erbuah daling i babo uruk, Nterem kersik i babo puncit, Sada wari kéna la kuidah, Daging kurus ban perukurah."
Arti Literal
Berbuah daling di atas bukit, banyak pasir di atas puncak. Satu hari kamu tidak kulihat, badan kurus karena pikiran.
Makna Filosofis
Betapa besarnya pengaruh kehadiran seseorang terhadap kesehatan mental dan fisik pasangannya.